Showing posts with label Wisata Kawah Ijen. Show all posts
Showing posts with label Wisata Kawah Ijen. Show all posts

Wednesday, April 11, 2007

PENCAPAIAN LOKASI / AKSESIBILITAS

Kawah Ijen
Kawasan CA/TWA Kawah Ijen dapat ditempuh dari 3 kota seperti dari Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso dengan menggunakan roda 4 atau roda 2.

Cara Pencapaian :

NAMA TEMPAT Km KETERANGAN (menit) SARANA

Alternatif 1
Banyuwangi - Licin 15 30 (kendaraan bermotor)
Licin - Paltuding 18 60 (kendaraan bermotor)
Paltuding - Kawah Ijen 3 90 (jalan kaki)


Alternatif 2
Situbondo - Wonosari 28 25 (kendaraan bermotor)
Wonosari - Sempol 55 90 (kendaraan bermotor)
Sempol - Paltuding 13 30 (kendaraan bermotor)
Paltuding - Kawah Ijen 3 90 (jalan kaki)


Alternatif 3
Bondowoso - Sempol 67 120 (kendaraan bermotor)
Sempol - Paltuding 13 30 (kendaraan bermotor)
Paltuding - Kawah Ijen 3 90 (jalan kaki)



23 km 55 km 15 km
Situbondo ------------> Wonosari ----------->Sempol ----------> Paltuding
30 menit 90 menit 30 menit


15 menit 18 km
Banyuwangi -------------------> Licin --------------------> Paltuding
30 menit 60 menit

OBYEK WISATA GUNUNG IJEN

  • PALTUDING
    Paltuding merupakan tempat terakhir yang dapat dilalui dengan kendaraan bagi pengunjung yang akan ke Kawah Ijen. Selain itu juga merupakan batas dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, dimana batas tersebut berupa jalan setapak dari Paltuding ke Kawah Ijen.
    Dari Paltuding dapat dilihat pemandangan indah Gunung Ijen, Gunung Merapi, Gunung Widodaren, Gunung Papak dan Gunung Ranti.

  • PONDOK BUNDER
    Dibangun pada masa pemerintah Hindia Belanda berbentuk setengah lingkaran atau yang dalam bahasa Jawa disebut bunder sehingga dinamakan Pondok Bunder.
    Fungsi utamanya untuk mengukur curah hujan per tahun. Selain itu karena udaranya yang sejuk dengan pemandangan alam berupa kaldera Pegunungan Ijen Raksasa (G.Raung, G.Rante, G. Roti, G.Papak, Perkebunan Kalisat, Belawan dan Lijen) dan area bird watching menjadikan Pondok Bunder ini sebagai salah satu tujuan wisata yang disukai pengunjung.

  • KAWAH IJEN
    Berada 3 km dari Paltuding dan merupakan salah satu kawah terbesar dan terindah di Indonesia yang berbentuk elip dengan ukuran 960 m x 600 m dan kedalaman sekitar 200 m dengan volume air 63 juta m3 memiliki pH yang sangat asam (pH 0-2) dan warna air yang berubah-ubah setiap waktu, dimana warnanya didominasi oleh warna hijau atau biru.
    Untuk mencapai bibir kawah cukup sulit karena harus dicapai dengan mendaki lereng yang cukup curam (40° – 60°) dengan jarak ± 27 meter, sehingga sangat cocok bagi pengunjung yang menyukai tantangan.

  • DAM / BENDUNGANBerfungsi untuk menjaga air dalam Kawah Ijen agar tidak meluap. Dari atas dam yang hanya dapat dicapai melalui 210 anak tangga dapat dilihat pemandangan danau Kawah Ijen dengan jelas.

KAWAH IJEN, DANAU KAWAH TERBESAR DI DUNIA

Gunung Kawah Ijen merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Menikmati alam pegunungan yang indah dan sejuk sering mereka lakukan dengan cara berkemah di Paltuding.
Danau Kawah Ijen merupakan sebuah danau yang terletak di bagian puncak gunung Ijen. Karena proses letusan gunung Ijen, kawah tersebut dipenuhi oleh air sehingga terbentuklah danau kawah yang sangat indah dan menakjubkan. Danau kawah dengan airnya yang berwarna hijau toska dan ber-pH sangat asam. Di sebelah tenggara danau terdapat lapangan solfatara yang merupakan dinding danau Kawah Ijen dan di bagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Kali Banyupait.
Lapangan solfatara Gunung Kawah Ijen yang selalu melepaskan gas vulkanik dengan konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat dan mengiritasi saluran pernafasan ini merupakan objek wisata yang tak pernah terlewatkan untuk didatangi, bahkan tempat ini disiang hari tak pernah sepi karena selalu terdapat penambang belerang yang mengambil dan mengangkut/memikul sublimat belerang sampai di Paltuding.
Dam Kawah Ijen merupakan bagian dari objek wisata menarik tetapi tidak selalu dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan antara lain pencapaiannya yang sulit disebabkan jalan menuju kesana sering rusak karena terjadi longsor. Dam Kawah Ijen adalah bangunan beton yang dibangun sejak jaman penjajahan Belanda dan dimaksudkan untuk mengatur level air danau agar tidak menyebabkan banjir air asam. Tetapi bendungan ini sekarang tidak berfungsi karena air tidak pernah mencapai pintu air disebabkan terjadinya rembesan/bocoran air danau di bawah dam.
Terjadinya rembesan yang terus menerus ini mengakibatkan terjadi proses pembentukan gypsum dari hasil reaksi sulfat yang terkandung dalam air danau dengan senyawa Kalsium baik dari air tersebut maupun dengan Kalsium dari batuan yang dilewati dan proses penguapan yang juga mempercepat pembentukannya. Lapangan Gipsum dapat menjadi salah satu objek wisata yang menarik bila dikelola secara professional.
Perjalanan wisata ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding 1,600 mdpl, sebuah pos Perhutani di kaki gunung Merapi- Ijen. Dari sini jalan tanah terus menanjak ke ketinggian 2,400m dpl dengan waktu tempuh 1.5 - 2 jam jalan santai. Sepanjang perjalanan banyak berpapasan dengan pemikul belerang yang ramah bertukar salam. Tiba di bibir kawah, sebuah danau hijau tosca dengan diameter 1 km berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Untuk bisa menuju ke sumber penghasil belerang tsb, harus menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang dilalui para penambang. Sapu tangan basah sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.
Didasar kawah, sejajar dengan permukaan danau terdapat tempat pengambilan belerang. Asap putih pekat keluar menyembur dari semacam pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Lelehan 600oC fumarol berwarna merah membara meleleh keluar dan membeku karena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Terkadang bara fumarol menyala tak terkendali, yang biasanya segera disiram air untuk mencegah reaksi piroporik berantai. Batu-batuan belerang ini dipotong dengan linggis dan diangkut kedlm keranjang. Para penambang umumnya bekerja sambil menggigit kain sarung atau potongan kain seadanya sebagai penapis udara.
Pendakian ke kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Bila melakukan perjalanan di pagi hari, pengunjung disarankan untuk menginap di lokasi terdekat seperti Pondok Wisata di Paltuding yang cukup bersih, atau membuka tenda di bumi perkemahan Paltuding. Jika ingin menikmati suasana perkebunan pegunungan, tempat yang berkesan untuk bermalam adalah Guest House Perkebunan Kopi PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit. Guest house ini terletak didalam kompleks perumahan perkebunan pada ketinggian sekitar 1,200 mdpl. Temparature rata-rata di sekitar kawah Ijen adalah 13 oC di siang hari dan 2 oC di malam hari. di penginapan Paltuding.

TAMAN WISATA KAWAH IJEN

Kawasan Kawah Ijen terletak ditengah cagar alam Kawah Ijen pada jalur jalan dari paltuding sampai sekitar Kawah/kaldera, ditetapkan sebagai taman wisata Kawah Ijen sesuai dengan SK. Menteri Pertanian No. 1017/Kpts/Um/12/1981, tanggal 10 November 1981 dengan luas kawan 92 ha.
Daerah Gunung Ijen terdapat di tiga kabupaten yaitu Bondowoso, Banyuwangi dan Situbondo. Pemukiman penduduk yang paling atas dan dekat dengan Gunung Kawah Ijen adalah desa Kali Anyar, Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Dahulu desa Kali Anyar ini termasuk dalam Kecamatan Klabang, namun mulai Januari 2001 dimasukkan dalam kecamatan Sempol. Berdasarkan data tahun 2001 (BPPTK), penduduk Desa Kali Anyar berjumlah 5.065 jiwa yang tersebar di 9 dusun yaitu : Plalangan, Blawan, K. Sengon, K. Gedang, Ler Penang, Sumberejo, G. Blau, Watu Capil dan Curah Macam.
Sementara pemukiman penduduk di Banyuwangi yang dekat dengan Gunung Ijen adalah daerah sepanjang aliran Kali Bendo dan Kali Mailang. Dan pemukiman penduduk Kabupaten Situbondo adalah terletak di sepanjang aliran Kali Banyuputih antara lain kecamatan Banyuputih dan Asem Bagus.
Potensi Wisata Kawah Ijen
Tipe Ekosistem
Sesuai dengan tipe vegetasi Kawasan Taman Wisata Kawah Ijen mempunyai tipe ekosistem hutan. Hutan tropika basah dataran tinggi.
Flora dan Fauna
Flora dominan yang terdapat dilereng gunung adalah cemara gunung (casuarina junghuhniana), sedangkan yang banyak ditemukan di sekitar bibir kawah adalah Mentigi (vaccinium varingiaefolia) dan Edelwiss (anaphalis sp).
Tumbuhan lain Diantaranya Jamuju (podocarpus inbricatus) dan pasang (lithocarpus sp).
Fauna di Taman Wisata Kawah Ijen sangat terbatas, diantaranya beberapa jenis burung pegunungan, Landak (hystrix brachyura javanica), dan kijang (muntiacus muntjak) dapat dijumpai di sekitar paltuding.

Panorama
Panorama yang indah dapat dinikmati di puncak Kawah Ijen berupa pemandangan alam di sekitar kawah, pemandangan kearah kota Bondowoso sambil menikmati udara yang sangat dingin yaitu rata-rata 2 Celcius - 18 Celcius.
Keunikan/Kekhasan
Kawah dengan danau bewarna kehijauan berkombinasi dengan dinding kawah berwarna abu-abu dan kuning keemasan serta hitam, merupakan kekhas-an/keunikan tersendiri.
Disalah satu sisi kawah terdapat sumber gas belerang yang masih aktif mengeluarkan belerang melalui dinding tepi kawah.

Atraksi
Yaitu kita bisa melihat keluarnya belerang dari sisi kawah. Untuk melihat ini harus turun ke tepi bawah kawah melalui jalan setapak yang terjal. Sekitar bulan Agustus-September kita bisa melihat mekarnya bunga Edelwiss. Disamping itu juga dapat melihat aktifitas penambangan belerang di Kawah Ijen oleh penduduk sekitar.

Fasilitas
Fasilitas untuk pengunjung Kawasan Taman Wisata Kawah Ijen yang ada diantaranya Pondok Wisata/penginapan dan Shelter.